A beautiful stop @Tokyo
Saturday, April 10, 2010
Sejak awal bulan April saya melakukan perjalanan
mengarungi separuh dunia
*terkesima mode-on*:) melintasi batas penanggalan internasional.
Kali ini sponsor saya adalah Fujitsu-perusahaan IT Jepang yang
terkenal dengan kecanggihan teknologi
komputer kemas-nya (dan mahal juga di Indonesia..ya kan?)
sebagai bentuk CSR atau kepedulian perusahaan
terhadap masyarakat.
Saya akan ceritakan lebih detil apa Program CSR yang
saya ikuti pada tulisan"edisi berikutnya".
Seperti yang para sahabat tahu, saat ini saya tinggal di
kota Malang, sebuah kota pendidikan internasional
berhawa sejuk pegunungan di Jawa Timur Indonesia.
Singkat cerita, awal April saya harus mengikuti
acara farewell dengan manajemen Fujitsu Indonesia
di Jakarta dan 2 orang teman Indonesia yang juga
akan berangkat dengan saya ke Hawaii,
Vera dan Charita.
Seumur-umur belum pernah pergi selama lebih dari
1 bulan ke tempat yang baru, biasanya paling
lama 7 hari. Kali ini saya harus siapkan "bagasi" untuk
minimum 3 bulan!!!
Travelling adalah kesukaan saya - seandainya tidak perlu
"pusing" dengan bagasi;)
Lumayan bikin kepala "pening", dari Malang-Jakarta cuma bisa max 20kg,
lalu dari Jakarta-Tokyo dan Tokyo-Honolulu boleh max 23kg... ini
info awal yang saya dapat.
Terpaksa, produk perawatan tubuh favorit
saya - Oriflame - tidak bisa terbawa semua!
Tahu sendiri berapa volume rata-rata produk Oriflame,
yang sebenarnya menyenangkan karena bisa hemat dan dapat
produk Eropa berkualitas...
Anyway, ini sekilas cerita saat kami bertiga harus
transit 12 jam di Bandara Narita Tokyo...
setelah kami terbang 7 jam dari Jakarta ke Tokyo...
Kesan awal, bersih, terorganisir, ramah (walaupun hanya segelintir
orang yang bisa berbahasa Inggris dengan jelas).
Duuuhh..jadi ingat toilet bengkel Toyota saya yang lantainya selalu kering,
kertas toilet selalu ada, aroma wangi, hygienis dan tiap kali ada pelanggan
yang memakai pasti dibersihkan oleh petugas (hussshh...telanjur sebut merek),
suatu "kemewahan" yang seringnya hanya bisa dinikmati di hotel berbintang-5
di Indonesia.
Tiba di Narita pagi itu (7AM waktu Tokyo dan 5AM waktu Jakarta),
kami memakai shuttle bus Gratis ke
HOTEL MARROAD Narita International.. a nice hotel -
jauh dari bayangan kami semula yang sekedar
"hotel transit".
Saya dan Charita 1 kamar double bed - lengkap dengan
ruang tamu, sedang Vera dapat kamar sendiri (well..
teman yang satu ini hampir saja tidak berangkat
bersamaan karena Visa).
Kami dapat kimono masing-masing dan selama
masa transit sempat juga take a shower 2 kali. Lumayan
menyegarkan badan yang semalaman tidur di udara.
Perjalanan dari Narita ke hotel -+20 menit naik
pegunungan dimana sepanjang perjalanan kami disuguhi
pemandangan indah - Sakura!!!
kami tentu memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk
jalan-jalan di tempat-tempat eksotik sekitar area
bandara... mata boleh mengantuk dan badan lelah,
tapi kami bertiga sama-sama suka explore tempat baru
..jadi semangat '45 lagi pake Shuttle Bus (Gratis lagi!)
ke Shinshoji Temple dan sekitarnya.
Kami beruntung sekali bisa "keluar" dari bandara!
Ternyata bulan ini adalah bulan terakhir Sakura
berkembang dengan indahnya! Nanti pada saat Juli
ke Tokyo lagi, bunga Sakura sudah tidak berkembang lagi.
Tulisan ini khusus saya persembahkan buat para sahabat
yang cinta sekali dengan Sakura dan belum
dapat kesempatan melihatnya langsung dan merasakan
kelopaknya berjatuhan diatas payung saat hujan..
hahaha... iya ini kejadian.. lagi seru "jalan" hmmm ...
hujan rintik-rintik langsung jadi deras!
Sebenarnya kami bawa payung, tapi sudah telanjur masuk
bagasi dan kami baru mau ambil lagi setelah
sampai di Hawaii... ya sudah, mampir ke toko terdekat untuk beli
payung imut cantik transparan seperti
yang ada di film-film Korea *so sweet mode-on*....

0 comments:
Post a Comment